Monday, July 17, 2017

Posted by . at 5:37 AM
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO






OLEH
RIMA ARUM SASI
15101246/P





SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA MALANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2017




A.    DATA HARGA SAHAM
Tabel 1
PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk
Sumber : Yahoofinance.com
A.    ANALISIS HARGA SAHAM
Menurut analisis Yufi Mahendra Wardana (2016) menyatakan bahwa  berdasarkan penilaian yang pertama dengan melihat sejarah penjualan, pendapatan, dan arus kas yang meningkat secara konsisten pada perputaran kas PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menunjukkan dari sisi penjualan INTP tahun 2012 membukukan pendapatan netto sebesar 17.290 milyar rupiah tahun 2013 sebesar 18.691 milyar, tahun 2014 sebesar 19.996 milyar, dan terakhir tahun 2015 sebesar 17.798 milyar. Analisis yang didapat selama 4 tahun terakhir tersebut menunjukkan peningkatan di tahun 2015 karena terjadinya ekonomi global menyebabkan INTP mengalami penurunan pendapatan. Aliran Kas Netto di INTP tahun 2012 adalah sebesar 10.474 milyar, di tahun 2013 adalah 12.545 milyar,tahun 2014 sebesar 11.256 milyar, tahun 2015 8.655 milyar rupiah. Terlihat setelah tahun 2013 mengalami penurunan arus kas setara kas.
Berdasarkan data Analisis harga saham oleh Corporate Finance saham INTP  di tahun 2013 mengalami penurunan disebabkan karena adanya keterbatasan kapasitas produksi, sehingga penjualan dan laba bersih yang diperoleh perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk ikut mengalami penurunan.
 Berdasarkan berita bareksa.com saham INTP mengalami kenaikan di tahun 2014 dikarenakan peningkatan rasio pembayaran dividen yang mencapai hingga 94 persen dari laba tahun 2014 Rp5,2 triliun dengan membagikan hampir seluruh laba yang diperoleh tahun lalu menjadi deviden untuk pertama kalinya sejak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2015 INTP mengalami  penurunan harga saham dikarenakan adanya kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga semen maksimal Rp 3.000/sak, dimana kebijakan pemerintah hanya berlaku di perusahaan Semen Indonesia. Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas perusahaan Semen Indonesia, dan perusahaan Semen Indonesia merupakan perusahaan yang menjadi patokan harga jual perusahaan semen-semen yang ada di Indonesia. Jadi, apabila harga jual semen di perusahaan Semen Indonesia turun, perusahaan semen lainnya yang ada di Indonesia juga harus menurunkan harga jualanya, tak terkecuali perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Apabila harga semen turun dapat menyebabkan pendapatan penjualan dan laba bersih ikut menurun. Selain itu, faktor harga BBM dan listrik yang naik juga mempengaruhi harga semen menjadi tinggi yang membuat daya beli masyarakat menjadi berkurang, sehingga harga saham INTP menurun.
Sedangkan berdasarkan warta ekonomi di tahun 2016 saham INTP turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya dikarenakan penurunan penjualan disebabkan kelebihan pasokan (over supply) sehingga membuat harga jual produk Indocement turun cukup drastis. Selain itu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan penurunan penjualan domestik sebesar 3,7 persen menjadi 7,9 ton. Hal tersebut disebabkan lesunya permintaan akan semen di tanah air.
B.     Daftar Pustaka
https://corporatefinancemanagement.wordpress.com/2015/10/25/pt-indocement-tunggal-prakarsa-tbk/ (diakses pada 12 Juli 2017)
http://wartaekonomi.co.id/read108605/ini-sebab-penjualan-indocement-turun.html (diakses pada 15 Juli 2017)

1 comments:

Albee on March 3, 2018 at 11:08 PM said...

ajibbb nih artikel pasar saham nya. thank gan, membantu

Post a Comment

 

Gramedia Ilmu Pengetahuan Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos