UJIAN AKHIR
SEMESTER (UAS)
MANAJEMEN
INVESTASI DAN PORTOFOLIO
OLEH
RIMA ARUM
SASI
15101246/P
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA
MALANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2017
A.
DATA HARGA SAHAM
Tabel 1
PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk
Sumber : Yahoofinance.com
A.
ANALISIS HARGA SAHAM
Menurut analisis Yufi Mahendra Wardana (2016) menyatakan bahwa berdasarkan penilaian yang
pertama dengan melihat sejarah penjualan, pendapatan, dan arus kas yang meningkat
secara konsisten pada perputaran kas PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menunjukkan
dari sisi penjualan INTP tahun 2012 membukukan pendapatan
netto sebesar 17.290 milyar rupiah tahun 2013 sebesar 18.691 milyar, tahun 2014
sebesar 19.996 milyar, dan terakhir tahun 2015 sebesar 17.798 milyar. Analisis yang didapat selama 4
tahun terakhir tersebut menunjukkan peningkatan di tahun 2015 karena terjadinya
ekonomi global menyebabkan INTP mengalami penurunan pendapatan. Aliran Kas Netto di INTP tahun 2012 adalah sebesar 10.474
milyar, di tahun 2013 adalah 12.545 milyar,tahun 2014 sebesar 11.256 milyar,
tahun 2015 8.655 milyar rupiah. Terlihat setelah tahun 2013 mengalami penurunan
arus kas setara kas.
Berdasarkan data Analisis harga saham oleh Corporate Finance
saham INTP di tahun 2013 mengalami
penurunan disebabkan karena adanya keterbatasan kapasitas produksi, sehingga
penjualan dan laba bersih yang diperoleh perusahaan PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk ikut mengalami penurunan.
Berdasarkan berita
bareksa.com saham INTP mengalami kenaikan di tahun 2014 dikarenakan peningkatan
rasio pembayaran dividen yang mencapai hingga 94
persen dari laba tahun 2014 Rp5,2 triliun dengan membagikan hampir seluruh laba
yang diperoleh tahun lalu menjadi deviden untuk pertama kalinya sejak
mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2015 INTP mengalami penurunan harga saham dikarenakan adanya
kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga semen maksimal Rp 3.000/sak, dimana
kebijakan pemerintah hanya berlaku di perusahaan Semen Indonesia. Pemerintah
merupakan pemegang saham mayoritas perusahaan Semen Indonesia, dan perusahaan
Semen Indonesia merupakan perusahaan yang menjadi patokan harga jual perusahaan
semen-semen yang ada di Indonesia. Jadi, apabila harga jual semen di perusahaan
Semen Indonesia turun, perusahaan semen lainnya yang ada di Indonesia juga
harus menurunkan harga jualanya, tak terkecuali perusahaan Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk. Apabila harga semen turun dapat menyebabkan pendapatan penjualan dan
laba bersih ikut menurun. Selain itu, faktor harga BBM dan listrik yang naik
juga mempengaruhi harga semen menjadi tinggi yang membuat daya beli masyarakat
menjadi berkurang, sehingga harga saham INTP menurun.
Sedangkan berdasarkan warta ekonomi di tahun 2016 saham INTP
turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya
dikarenakan penurunan penjualan disebabkan
kelebihan pasokan (over
supply) sehingga membuat harga jual produk Indocement
turun cukup drastis. Selain itu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
membukukan penurunan penjualan domestik sebesar 3,7 persen menjadi 7,9 ton. Hal
tersebut disebabkan lesunya permintaan akan semen di tanah air.
B.
Daftar Pustaka
https://corporatefinancemanagement.wordpress.com/2015/10/25/pt-indocement-tunggal-prakarsa-tbk/ (diakses pada 12 Juli 2017)
http://wartaekonomi.co.id/read108605/ini-sebab-penjualan-indocement-turun.html (diakses pada 15 Juli 2017)
http://wartaekonomi.co.id/read108605/ini-sebab-penjualan-indocement-turun.html (diakses pada 15 Juli 2017)
http://wartaekonomi.co.id/read/2016/08/03/108608/kenapa-laba-indocement-naik-meski-penjualan-turun.html
(diakses pada 17 Juli 2017)
https://yufi-mahendra.blogspot.co.id/2016/07/analisis-saham-intp-for-investasi.html
(diakses pada 17 Juli 2017)
http://www.bareksa.com/id/text/2015/05/13/indocement-bagikan-94-laba-2014-dividen-yield-capai-59/10505/analysis
(diakses pada 17 Juli 2017)



1 comments:
ajibbb nih artikel pasar saham nya. thank gan, membantu
Post a Comment