Friday, March 24, 2017

ANALISIS SEKURITAS

Posted by . at 10:47 PM
Sebelum  kita mengetahui bagaimana cara menganalisis sekuritas, ada baiknya jika kita tahu terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan Sekuritas. Sekuritas adalah sebuah dokumen yang mengidentifikasi hak atau klaim atas asset dan setiap aliran kas mendatang yang diperoleh perusahaan. Sedang portofolio merupakan sekumpulan dari sekuritas. Istilah dari sekuritas itu sendiri mempunyai pengertian yang luas, tidak hanya terbatas pada saham atau obligasi saja. Bahkan, surat pembelian mobil atau sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan bisa termasuk dalam pengertian sekuritas.
          Dalam Analisis Sekuritas melibatkan melibatkan proses estimasi aliran kas mendatang serta risiko yang dihubungkan dengan prospek aliran kas tersebut. Tugas analis umumnya juga melibatkan, apakah secara eksplisit atau implisit, estimasi  harga sekuritas. Dalam analisis sekuritas, ada dua pendekatan yang populer digunakan investor, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.
          Dalam Analisis Sekuritas dibagi menjadi 2 pendekatan, yaitu :
1.       Analisis Fundamental , meliputi :
a.    Analisis ekonomi dan Pasar Modal
b.    Analisis Industri
c.    Analisis Perusahaan
2.       Analisis Teknikal
a.    Analisis Teknikal Klasik
b.    Analisis Teknikal Modern
Analisis Fundamental
Analisis fundamental adalah suatu analisis sekuritas yang mendasarkan diri pada variabel-variabel fundamental perusahaan (seperti: penjualan, kebijakan dividen, leverage, jumlah keuntungan, dan lain sebagainya) yang mempengaruhi harga dari sekuritas tersebut. Secara garis besar, tahapan yang dilakukan dalam analisis fundamental  dimulai dari:
1. Analisis Tentang Kondisi Ekonomi.
Kondisi ekonomi dipercaya sangat mempengaruhi   harga skuritas yang diperdagangkan di pasar modal. Oleh karenanya, kinerja ekonomi (produk domestik bruto, tingkat inflasi, tingkat pengangguran) harus dianalisis dan diketahui perkembangannya. Begitu pula kebijakan makroekonomi ( fiskal, dan moneter) juga harus dicermati.
2. Analisis Industri.
Dalam tahap ini investor melakukan pembandingan kinerja dari berbagai industri, untuk mengetahui jenis industri apa saja yang memberikan prospek yang paling baik untuk dimasuki, dan nantinya berguna untuk menganalisis dan menentukan saham-saham apa saja yang akan dimasukkan dalam portofolio yang akan dibentuknya. Penilaian kinerja dari suatu industri dapat dilakukan dengan analisis siklus kehidupan suatu industri, yaitu melihat pada tahap apa masing-masing industri berada, apakah pada tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, atau penurunan?.
3. Analisis Perusahaan.
Tidak semua perusahaan dalam industri yang mengalami pertumbuhan mempunyai keuntungan yang tinggi. Tugas selanjutnya setelah identifikasi industri, adalah memilih perusahaan yang mampu menawarkan keuntungan bagi investor. Dalam hal analisis perusahaan, analis harus mengidentifikasi karakteristik internalnya, kualitas atau  kinerja manajemennya serta prospek perusahaan di masa yang akan datang. Hasil dari identifikasi ini selanjutnya digunakan dasar untuk memperkirakan berapa earning per share (EPS) dan price earning ratio (PER) dari perushaan tersebut. EPS dan PER ini sangat berguna untuk menentukan nilai intrinsik saham perusahaan, yaitu dengan mengalikan PER dan EPS. Memutusan apakah akan membeli atau menjual saham, yaitu dengan membandingkan nilai intrinsik dengan harga pasarnya. Bila nilai intrinsiknya lebih besar dari harga pasarnya maka sebaiknya dibeli saham tersebut, dan sebaliknya. 
Berikut saya berikan contoh Analisis Fundamental, yaitu :

Analisis Teknikal
Analisis teknikal adalah suatu metode analisis secara statistik untuk menilai suatu saham, mata uang, sekuritas, atau komoditi seperti minyak, hasil tambang, hasil pertanian dan sebagainya  berdasarkan data yang berupa pergerakan harga (pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan) di masa lampau. Data ini yang kemudian digunakan untuk memprediksi harga di masa datang (Ong, 2008).
Dalam analisis tehnikal, analis berusaha untuk memperkirakan harga saham (sekuritas)  atau kondisi pasar dengan mendasarkan pengamatannya pada perubahan harga saham atau kondisi pasar pada masa yang lalu. Dengan demikian, dalam analisis tehnikal mempercayai bahwa perubahan harga saham pada masa lalu akan membentuk suatu pola tertentu dan pola tersebut akan berulang pada masa mendatang. Pola dari perubahan harga saham atau kondisi pasar ini merupakan informasi yang sangat begitu penting dalam memperkirakan harga saham di masa mendatang.
Untuk memberikan gambaran mengenai cara bekerja para analis teknikal, berikut ini ada contoh analisis teknikal saham yang paling umum digunakan dan mudah dipahami.
Grafik Candlestick yang paling banyak dipakai, karena lebih mudah dibaca. Grafik Candlestick juga memuat harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.

APA FUNGSI ANALISIS TEKNIKAL?
Analisis Teknikal memiliki beberapa kegunaan di dalam trading antara lain:
1. Mendeteksi trend atau pola yang sedang terjadi
Analisis Teknikal digunakan untuk menganalisis harga berdasar data harga masa lalu. Dengan data tersebut analis mencoba untuk melihat adanya suatu trend atau pola harga yang terjadi. Biasanya trader mengikuti pola yang terjadi. Misalnya saat harga cenderung naik, trader membuka posisi beli. Atau sebaliknya saat harga cenderung turun, trader membuka posisi jual. Untuk menentukan trend, bisa dengan menggunakan tools atau indikator.
2. Membantu memberikan sinyal beli atau jual
Analisis Teknikal dapat membantu trader untuk menentukan keputusan jual atau beli. Biasanya menggunakan bantuan indikator.




1 comments:

analisa fundamental on January 25, 2020 at 11:21 PM said...

kajian tentanganalisa sekuritas yang sangat detail.. thnks

Post a Comment

 

Gramedia Ilmu Pengetahuan Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos