
Disusun oleh :
RIMA ARUM
SASI
15101246/P
STIE ASIA MALANG
2017
I.
PENDAHULUAN
1. Pengertian
Manajemen Strategi
Manajemen
strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang
bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang
dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu
organisasi, untuk mencapai tujuan.
Menurut Nawawi
Manajemen Strategi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan
strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi),
dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat
mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif
(disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional untuk
menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan
diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan
berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.
Manajemen
strategi menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen adalah “Strategic
Management is that a set of managerial decisions and actions that determines
the long-run performance of a corporation”, apabila diterjemahkan Manajemen
Strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan
kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Dari
pengertian di atas menunjukkan bahwa Manajemen Strategi merupakan suatu sistem
yang memiliki berbagai komponen dengan satu kesatuan yang saling berhubungan
dan mempengaruhi satu sama lain dengan tujuan yang sama. Komponen pertama adalah perencanaan
strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan
strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan
operasional dengan unsur-unsurnya berupa sasaran dan tujuan operasional,
pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi
pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja
internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.
Dapat
diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1.
Manajemen
strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup
seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk
rencana strategis yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang
kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
2.
Rencana
Strategis berorientasi pada masa depan jangka panjang.
3.
Visi, misi,
pemilihan strategi yang menghasilkan strategi inti dan tujuan strategi
organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana
strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak
secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya.
4.
Rencana
Strategi dijabarkan menjadi rencana operasional yang berisi program-program
operasional perusahaan dengan sasaran jangka panjang.
5.
Penetapan
rencana strategi dan rencana operasional harus melibatkan manajemen puncak
karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi
organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi
jangka panjang.
6. Pengimplementasian strategi dalam program-program
termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui
fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan,
penganggaran dan kontrol.
2. Yang Perlu
Menggunakan Manajemen Strategi
3. Tujuan dari
Penggunaan Manajemen Strategi
Menurut Suwandiyanto (2010:02) terdapat empat tujuan
manajemen strategi, yaitu :
ü Memberikan arah pencapaian tujuan
organisasi/perusahaan. Dalam hal
ini, manajer strategi harus mampu menunjukkan kepada semua pihak kemana arah
tujuan organisasi/perusahaan. Karena, arah yang jelas akan dapat dijadikan
landasan untuk pengendalian dan mengevaluasi keberhasilan.
ü Membantu memikirkan kepentingan berbagai pihak. Organisasi/perusahaan harus mempertemukan kebutuhan
berbagai pihak, pemasok, karyawan, pemegang saham, pihak perbankan, dan
masyarakat luas lainnya yang memegang peranan terhadap sukses atau gagalnya
perusahaan.
ü Mengantisipasi setiap perubahan kembali secara merata. Manajemen strategi memungkinkan eksekutif puncak
untuk mengantisipasi perubahan dan menyiapkan pedoman dan pengendalian,
sehingga dapat memperluas kerangka waktu/berpikir mereka secara perspektif dan
memahami kontribusi yang baik untuk hari ini dan hari esok.
ü Berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Tanggung jawab seorang manajer bukan hanya
mengkonsentrasikan terhadap kemampuan atas kepentingan efisiensi, akan tetapi
hendaknya juga mempunyai perhatian yang serius agar bekerja keras melakukan
sesuatu secara lebih baik dan efektif.
4. Peran
Penting Manajemen Strategi bagi Perusahaan maupun UMKM
Dalam perusahaan, manajemen strategi merupakan hal
yang sangat berperan penting. Karena Manajemen Strategi sebagai suatu proses
yang diciptakan secara sistematis oleh pihak manajemen perusahaan untuk
merusmuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi serta memberikan
nilai yang terbaik untuk para pelanggan dan diharapkan mampu mewujudkan visi
perusahaan.
Terutama bagi perusahaan dan UMKM yang memasuki
perekonomian global dengan pergerakan barang dan jasa secara bebas diberbagai
negara, sehingga mereka ditantang untuk semakin kompetitif.
Beberapa alasan utama
tentang pentingnya peranan manajemen strategi bagi perusahaan atau organisasi
UMKM, yaitu :
1. Memberi arah jangka
panjang yang akan dituju.
2. Membantu perusahaan
atau organisasi UMKM beradaptasi pada perubahan-
perubahan yang terjadi.
3. Membuat suatu perusahaan
atau organisasi UMKM menjadi lebih aktif berkompetisi.
4. Mengidentifikasi
keunggulan komparatif suatu perusahaan atau organisasi UMKM dalam lingkungan
yang semakin beresiko.
5. Aktivitas yang
tumpang tindih akan dikurangi.
6. Keengganan untuk
berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.
7. Keterlibatan
karyawan dalam perusahaan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap
pelaksanaannya.
8. Kegiatan pembuatan
strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau organisasi UMKM untuk
mencegah munculnya masalah dimasa mendatang.
5. Kendala
Utama dari Manajemen Strategi di Perusahaan maupun UMKM
ü Kendala Visi yaitu hanya sekitar 5% dari karyawan yang
mengerti strategi yang dimiliki perusahaan. Dengan hanya sedikit karyawan yang
mengerti strategi yang dibangun, bagaimana organisasi dapat mengekseskusi
strateginya? Oleh karena itu, perusahaan kesulitan untuk menerapkan dan
melaksanakan strategi perusahaan yang telah ditetapkan.
ü Kendala Manusia yaitu hanya 25% manajer yang mendapat
insentif yang terhubung dengan strategi. Perusahaan tentu akan sulit
mengharapkan para manajernya untuk menjalankan strateginya bila insentif mereka
berjalan kearah yang berbeda dengan strategi. Apabila strategi bertabrakan
dengan dorongan insentif, maka dengan mudah akan ditebak.
ü Kendala Manajemen yaitu ada 85% tim eksekutif yang
menyediakan waktu kurang dari satu jam per bulan untuk mendiskusikan strategi
perusahaan. Dengan minimnya waktu yang diluangkan, sehingga tidak heran jika
strategi tidak berjalan.
ü Kendala Sumber Daya yaitu sebanyak 65% organisasi
tidak menghubungkan budget mereka dengan strategi. Pada kebanyakan organisasi
proses pembuatan strategi dan budget dilakukan terpisah oleh dua bagian berbeda
dan tidak jarang mereka tidak saling mengenal. Apabila tidak ada komunikasi, bagaiamana
budget dapat mendukung strategi.
II.
TUJUAN PENULISAN
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi
2. Memahami tentang manajemen strategi
3. Untuk menambah wawasan dan pemahaman terhadap
pentingnya manajemen strategi bagi perusahaan.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi penulis maupun
pembaca dan dapat digunakan secara baik dan sebenar-benarnya dalam kehidupan.
III.
ISI
1. Perbedaan
Manajemen Strategi di Perusahaan dan UMKM
o
Dari segi
visi dan misi tentu saja Perusahaan dan UMKM memiliki pandangan yang berbeda
dalam menentukan visi dan misinya. Pada perusahaan untuk menjalankan visi
misinya tentu lebih sulit dibandingkan dengan UMKM karena dari segi karyawan
yang dalam jumlah lebih banyak serta bagian-bagian yang ada dalam perusahaan
juga sudah lebih spesifik sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing.
o
Dasi segi
Manusia pada UMKM lebih sederhana dalam menjalankan strateginya sedangkan
Perusahaan akan kesulitan untuk menentukan strateginya karena adanya tingkatan
manajemen yang sering kali memiliki arah strategi yang berbeda.
o
Dari segi sumber daya pada UMKM seringkali
mengalami kesulitan dalam pemenuhan budget untuk menjalankan strateginya,
sedangkan pada Perusahaan akan kesulitan budget yang dimiliki dalam mendukung strateginya
sebab kurangnya keterhubungan antar bagian tersebut.
2. Alasan
Kendala Utama muncul dalam Manajemen Strategi di Perusahaan dan UMKM
Alasannya karena visi misi perusahaan yang akan
dicapai sering kali tidak diketahui oleh karyawan yang ada di perusahaan
sehingga untuk menjalankan berbagai strategi untuk mencapai visi dan misi
perusahaan akan mengalami kendala terutama untuk menggerakkan seluruh karyawan
yang ada agar strategi tersebut tercapai.
3. Cara
menghadapi dan menyelesaikan Kendala Utama yang muncul dalam Manajemen Strategi
di Perusahaan dan UMKM
Seharusnya antar jenjang manajemen yang ada
diperusahaan lebih saling berkomunikasi satu sama lain, kemudian mengadakan
pertemuan dan menjabarkan visi misinya di awal agar seluruh karyawan tahu
strategi apa yang akan dicapai untuk mewujudkan tujuan perusahaan itu sendiri.
Terutama antar karyawan, sebab seringkali antar bagian atau bidang yang satu
dengan yang lain tidak saling mengenal satu sama lain.
IV.
KESIMPULAN
Manajemen strategi adalah sejumlah
keputusan atau tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi paling
efektif yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan utama perusahaan yang telah
dibuat dalam bentuk visi dan misi. Manajemen strategi merupakan kebutuhan yang
sangat penting bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan, pengambilan keputusan yang
akan menentukan apakah suautu perusahaan itu unggul dan dapat bertahan hidup
dalam jangka panjang. Strategi perusahaan akan berjalan dengan baik apabila
manajer startegi dapat menggnakan dengan sebaik-baiknya sumber daya perusahaan
yang ada dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
V.
DAFTAR PUSTAKA
0 comments:
Post a Comment