Friday, April 14, 2017

REKSA DANA , ANALISIS PENILAIAN SAHAM DAN RISK & RETURN

Posted by . at 5:34 AM
Definisi Reksadana
Kata reksadana berasal dari istilah Mutual Fund. Fund berarti dana, dan Mutual berarti saling mengntungkan.di Indonesia kemudian dipilih kata Dana dan Reksa, kalau digabung menjadi danareksa. Jadi danareksa adalah sebuah perusahaan investasi dengan nama PT. Danareksa. Reksadana merupakan salah satu alternatif investasi dalam bidang financial investment. Adapun definisi reksadana adalah sebuah lembaga investasi yang dipakai untuk mereka yang tertarik pada investasi saham dan obligasi namun memeiliki kelemahan ilmu dalam bidang financial ivestment maka dana tersebut dapat dipercaya kan kepada lembaga reksadana untuk dikelola dan diberikan keuntungan sesuai dengan besarnya porsi dana yang disetorkan serta mengikuti dan menandatangani persyaratan administrasi sesuai dengan yang diperjanjikan.
Pembagian Reksadana
            Reksadana dibedakan natas dasar jenis investasinya menjadi :
a. Reksadana pasar uang yang melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.
b. Reksadana pendapatan tetap yanitu reksadana yang melakukan investasi kurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam obligasi dengan bunga tetap, dan bukan pada obligasi yang berbunga mengambang.
c. Reksadana saham adalah treksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktiva dalam efek berbentuk ekuitas.
d. Reksadana campuran yang melaukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan bersifat utang atau obligasi dengan perbandingan tidak seperti diatas.
Tipe Perusahaan Reksadana
a.    Pertama, Open-End Fund (Reksadana Terbuka) Reksadana tetbuka atau publik lebih mengenalkannya dengan sebutan mutual fund adalah suatu kebijakan dengan keputusan yang selalau saja siap untuk menjual saham-saham baru kepada publik dan kemudian membeli kembali saham-saham yang telah beredar di pasaran setiap waktunya pada harga yang sesuai dengan proporsi nilai dari portofolionya.
b.    Kedua, Closed-End Fund ( Reksadana Tertutup) Reksadana tertutup adalah kegiatannya sama dengan kabanyakan perusahaan lainnya dalam menjual saham, tapi biasanya tidak diiringi dengan kebijakan untuk membeli kembali saham-saham tersebut.
c.     Ketiga, Unit Trust (Perwalian Unit) Perwalian Unit pada umumnya berinvestasi dalam obligasi, namun berbeda dalam beberapa hal jika dibandingkan dengan open-end fund dan closed-end fund yang berspesialisasi dalam obligasi.
Berinvestasi melalui Reksadana
          Seorang manajer reksadana (mutual fund) cenderung sangat hati-hati ketika akan memutuskan saham mana yang akan ia beli dan juga saham mana yang akan ia jual. Karena dampak keuntungan serta kerugian bukan hanya pada dirinya namun juga pada merkea yang telah menempatkan sejumlah dana disana. Fund manajer yang bagus akan mengambil aksi jual ketika dia tahu penguatan bursa segera berakhir, mereka mencermati situasi umum bursa atau sektor tertentu, dan mampu menemukan saham bagus lainnya untuk dibeli. Justru untuk itulah anda memberi upah (management fee) kepada mereka. Lagi pula komisi institusional yang harus dibayar mutual funds sangatlah kecil hanya beberapa sen per lenbar atas setiap jual atau beli.
Analisis Penilaian Saham
1.    Analsisis Fundamental
Bagi  investor atau trader legendaris mengatakan bahwa Analiis Fundamental  adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui tentang segala sesuatu mengenai pergerakan harga.
Tujuan dasar dari seorang analis fundamental adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang parameter penting dari kinerja uang dari laporan arus kas, neraca, laporan laba rugi, dll. Dan seorang analis Fundamental menghabiskan waktu mereka untuk mengetahui tentang keadaan ekonomi suatu negara. Mereka melakukan analisa suku bunga yang berlaku dan indeks harga konsumen.
Keuntungan dari analisa fundamental adalah jika ekonomi telah dilakukan secara konsisten dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar, dan membuat prospek ekonomi jangka panjang yang cerah. Di lain pihak, analis fundamental percaya bahwa pasar saham tidak benar-benar mewakili nilai sebenarnya dari valuasi perusahaan karena sifat spekulatif dari pedagang. Analis fundamental percaya pada konsep investasi dengan berpegangan pada saham yang bagus untuk jangka waktu yang panjang dan dapat memperoleh dividen dengan melihat investasi yan gdilakukan pada perusahaan tersebut. 
2.    Analisis Teknikal
Analis teknikal cukup dengan melihat historis harga dalam rangka untuk memprediksi tren pergerakan harga masa depan. Analsisi ini percaya bahwa harga masa lalu memiliki kemampuan untuk ” memperbaiki ” pergerakan harga saat ini, dan saat ini harga yang bergerak merupakan sikap investor ke arah itu. Analis teknikal jarang melihat atau memperhatkian pada kinerja ekonomi, mereka lebih tertarik untuk mengetahui tentang kinerja pergerakan harga. Semua perhatian seorang analis teknikal difokuskan pada grafik harga historis. Mereka juga memprediksi dalam volume harga yang diperdagangkan. Jadi pada dasarnya,seorang analis teknikal lebih tertarik untuk mengetahui bagaimana harga di jam berikutnya, hari, atau minggu. Mereka tidak memiliki rencana jangka panjang untuk tetap berinvestasi, dan banyak kali transaksi dilakukan dalam sepersekian detik. Walaupun investasi memiliki waktu yang dapat dipelajari oleh analisa teknikal, yang telah mendapatkan beberapa momen di masa lalu. Tetapi saat ini, banyak perusahaan pialang atau trader professional sekarang menggunakan kombinasi analisa fundamental dan teknikal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada prospek investasi mereka.
Risk & Return
a.       Return Investasi
Return merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukan Menurut Jones (2002:124), Return saham terdiri dari:
1) Yield, yaitu cash flow atau arus kas yang dibayarkan secara periodik kepada pemegang saham, biasanya dalam bentuk deviden.
2) Capital gain, atau capital loss, yaitu selisih antara harga saham pada saat pembelian dengan harga saham pada saat penjualan. Capital gain jika harga saham pada akhir periode lebih tinggi dari harga awalnya, sedangkan capital loss, sebaliknya.
Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return menurut (Jogiyanto, 2010205) dapat dibedakan menjadi:
1)      Return Realisasi (realized return)
   Merupakan return yang telah terjadi. Return dihitung berdasarkan data histories, return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return historis ini juga berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi (ekspekted return) dan risiko dimasa mendatang.
   Perhitungan return realisasi disini menggunakan return total. Return total merupakan keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu. 
2)      Return Ekspektasi (Expected Return)
   Merupakan return yang digunakan untuk pengambilan keputusan investasi.  Return ini penting dibandingkan dengan return historis karena return ekspektasian merupakan return yang diharapkan dari investasi yang dilakukan. Perhitungan return ekspektasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Return ekspektasi dapat dihitung dengan metode nilai ekspektasi yaitu mengalikan masing-masing hasil masa depan dengan probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut.
b.      Risiko Investasi
Pengertian Resiko menurut Keown (1999:216), resiko adalah kemungkinan-kemungkinan bahwa suatu pengembalian akan berbeda dari tingkat pengembalian yang diharapkan. Menurut Jones (2002:134), ada dua tipe resiko, yaitu:
a. Resiko sistematik (systematic Risk)
Adalah resiko yang berkaitan dengan kondisi yang terjadi di pasar secara umum, yaitu resiko tingkat bunga, resiko politik, resiko inflasi, resiko nilai tukar, dan resiko pasar. Disebut pula resiko tidak diversifikasi.
b. Resiko non-sistematik (non-systematic risk)
Adalah resiko yang berkaitan dengan kondisi perusahaan yang terjadi secara individual, yakni resiko bisnis, resiko laverage, dan resiko likuiditas. Disebut pula resiko diversifikasi, resiko residual, resiko unik, atau resiko khusus perusahaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa resiko adalah kemungkinan terjadinya suatu penyimpangan tingkat pengembalian yang nyata terhadap tingkat pengembalian yang diharapkan. Besarnya nilai resiko dapat dicari dengan menghitung standar deviasi, atau dengan menghitung besarnya varian. Standar Deviasi adalah ,”a statistical measure of the variability of a distribution around its mean. It is the square root of the variance,” Horne and Wachowizc (1998). Resiko investasi pada saham, meliputi: Resiko saham Individu, dan Resiko investasi portofolio.
Berdasarkan kesediaan dalam menanggung risiko investasi, investor dikenal ada 3 yaitu berani mengambil risiko (risk taker), sikap netral terhadap risiko (risk neutral) dan yang tidak berani mengambil risiko (risk averse). Risk taker adalah sikap seorang yang memilih taruhan yang fair sedangkan risk neutral adalah seseorang bersikap indifference terhadap taruhan yang fair, dan risk averse adalah investor akan menolak taruhan yang fair (Husnan, 2003). Masing-masing ini menyebabkan investor mempunyai preferensi yang berbeda dalam melihat suatu portofolio




0 comments:

Post a Comment

 

Gramedia Ilmu Pengetahuan Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos