Definisi Reksadana
Kata
reksadana berasal dari istilah Mutual Fund. Fund berarti dana, dan Mutual
berarti saling mengntungkan.di Indonesia kemudian dipilih kata Dana dan Reksa,
kalau digabung menjadi danareksa. Jadi danareksa adalah sebuah perusahaan investasi
dengan nama PT. Danareksa. Reksadana merupakan salah satu alternatif investasi
dalam bidang financial investment. Adapun definisi reksadana adalah sebuah
lembaga investasi yang dipakai untuk mereka yang tertarik pada investasi saham
dan obligasi namun memeiliki kelemahan ilmu dalam bidang financial ivestment
maka dana tersebut dapat dipercaya kan kepada lembaga reksadana untuk dikelola
dan diberikan keuntungan sesuai dengan besarnya porsi dana yang disetorkan
serta mengikuti dan menandatangani persyaratan administrasi sesuai dengan yang diperjanjikan.
Pembagian Reksadana
Reksadana dibedakan natas dasar
jenis investasinya menjadi :
a.
Reksadana pasar uang yang melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan
jatuh tempo kurang dari satu tahun.
b.
Reksadana pendapatan tetap yanitu reksadana yang melakukan investasi
kurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam obligasi dengan bunga tetap, dan
bukan pada obligasi yang berbunga mengambang.
c.
Reksadana saham adalah treksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya
80% dari aktiva dalam efek berbentuk ekuitas.
d.
Reksadana campuran yang melaukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan bersifat
utang atau obligasi dengan perbandingan tidak seperti diatas.
Tipe Perusahaan Reksadana
a.
Pertama, Open-End Fund (Reksadana
Terbuka) Reksadana tetbuka atau publik lebih mengenalkannya dengan sebutan
mutual fund adalah suatu kebijakan dengan keputusan yang selalau saja siap
untuk menjual saham-saham baru kepada publik dan kemudian membeli kembali saham-saham
yang telah beredar di pasaran setiap waktunya pada harga yang sesuai dengan
proporsi nilai dari portofolionya.
b.
Kedua, Closed-End Fund ( Reksadana
Tertutup) Reksadana tertutup adalah kegiatannya sama dengan kabanyakan
perusahaan lainnya dalam menjual saham, tapi biasanya tidak diiringi dengan
kebijakan untuk membeli kembali saham-saham tersebut.
c.
Ketiga, Unit Trust (Perwalian Unit) Perwalian
Unit pada umumnya berinvestasi dalam obligasi, namun berbeda dalam beberapa hal
jika dibandingkan dengan open-end fund dan closed-end fund yang berspesialisasi
dalam obligasi.
Berinvestasi melalui Reksadana
Seorang
manajer reksadana (mutual fund) cenderung sangat hati-hati ketika akan
memutuskan saham mana yang akan ia beli dan juga saham mana yang akan ia jual.
Karena dampak keuntungan serta kerugian bukan hanya pada dirinya namun juga
pada merkea yang telah menempatkan sejumlah dana disana. Fund manajer yang bagus
akan mengambil aksi jual ketika dia tahu penguatan bursa segera berakhir,
mereka mencermati situasi umum bursa atau sektor tertentu, dan mampu menemukan
saham bagus lainnya untuk dibeli. Justru untuk itulah anda memberi upah
(management fee) kepada mereka. Lagi pula komisi institusional yang harus
dibayar mutual funds sangatlah kecil hanya beberapa sen per lenbar atas setiap jual
atau beli.
Analisis Penilaian Saham
1. Analsisis Fundamental
Bagi investor atau trader legendaris
mengatakan bahwa Analiis
Fundamental adalah salah satu cara
terbaik untuk mengetahui tentang segala sesuatu mengenai pergerakan harga.
Tujuan
dasar dari seorang analis fundamental adalah untuk mendapatkan pemahaman
tentang parameter penting dari kinerja uang dari laporan arus kas, neraca,
laporan laba rugi, dll. Dan seorang analis Fundamental menghabiskan waktu
mereka untuk mengetahui tentang keadaan ekonomi suatu negara. Mereka melakukan
analisa suku bunga yang berlaku dan indeks harga konsumen.
Keuntungan dari analisa fundamental adalah jika ekonomi telah
dilakukan secara konsisten dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar, dan
membuat prospek ekonomi jangka panjang yang cerah. Di lain pihak, analis
fundamental percaya bahwa pasar saham tidak benar-benar mewakili nilai
sebenarnya dari valuasi perusahaan karena sifat spekulatif dari pedagang.
Analis fundamental percaya pada konsep investasi dengan berpegangan pada saham
yang bagus untuk jangka waktu yang panjang dan dapat memperoleh dividen dengan
melihat investasi yan gdilakukan pada perusahaan tersebut.
2.
Analisis Teknikal
Analis teknikal cukup dengan
melihat historis harga dalam rangka untuk memprediksi tren pergerakan harga
masa depan. Analsisi ini percaya bahwa harga masa lalu memiliki kemampuan untuk
” memperbaiki ” pergerakan harga saat ini, dan saat ini harga yang bergerak
merupakan sikap investor ke arah itu. Analis teknikal jarang melihat atau
memperhatkian pada kinerja ekonomi, mereka lebih tertarik untuk mengetahui
tentang kinerja pergerakan harga. Semua perhatian seorang analis teknikal difokuskan
pada grafik harga historis. Mereka juga memprediksi dalam volume harga yang
diperdagangkan. Jadi pada dasarnya,seorang analis teknikal lebih tertarik untuk
mengetahui bagaimana harga di jam berikutnya, hari, atau minggu. Mereka tidak
memiliki rencana jangka panjang untuk tetap berinvestasi, dan banyak kali
transaksi dilakukan dalam sepersekian detik. Walaupun investasi memiliki waktu
yang dapat dipelajari oleh analisa teknikal, yang telah mendapatkan beberapa
momen di masa lalu. Tetapi saat ini, banyak perusahaan pialang atau trader
professional sekarang menggunakan kombinasi analisa fundamental dan teknikal
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada prospek investasi mereka.
Risk & Return
a. Return Investasi
Return merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung
risiko atas investasi yang dilakukan Menurut Jones (2002:124), Return
saham terdiri dari:
1) Yield, yaitu cash flow atau arus kas yang
dibayarkan secara periodik kepada pemegang saham, biasanya dalam bentuk
deviden.
2) Capital gain, atau capital loss, yaitu selisih
antara harga saham pada saat pembelian dengan harga saham pada saat penjualan.
Capital gain jika harga saham pada akhir periode lebih tinggi dari harga
awalnya, sedangkan capital loss, sebaliknya.
Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return menurut
(Jogiyanto, 2010; 205) dapat dibedakan menjadi:
1) Return Realisasi (realized return)
Merupakan return yang telah terjadi. Return dihitung
berdasarkan data histories, return realisasi penting karena digunakan sebagai
salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return historis ini juga berguna
sebagai dasar penentuan return ekspektasi (ekspekted return) dan risiko dimasa
mendatang.
Perhitungan return realisasi disini menggunakan return total.
Return total merupakan keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode
tertentu.
2) Return Ekspektasi (Expected Return)
Merupakan return yang digunakan untuk pengambilan keputusan investasi.
Return ini penting dibandingkan dengan return historis karena return
ekspektasian merupakan return yang diharapkan dari investasi yang dilakukan.
Perhitungan return ekspektasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Return ekspektasi dapat dihitung dengan metode nilai
ekspektasi yaitu mengalikan masing-masing hasil masa depan dengan probabilitas
kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut.
b. Risiko Investasi
Pengertian Resiko menurut Keown (1999:216), resiko
adalah kemungkinan-kemungkinan bahwa suatu pengembalian akan berbeda dari
tingkat pengembalian yang diharapkan. Menurut Jones (2002:134), ada dua tipe
resiko, yaitu:
a. Resiko sistematik (systematic Risk)
Adalah resiko yang berkaitan dengan kondisi yang
terjadi di pasar secara umum, yaitu resiko tingkat bunga, resiko politik,
resiko inflasi, resiko nilai tukar, dan resiko pasar. Disebut pula resiko tidak
diversifikasi.
b. Resiko non-sistematik (non-systematic risk)
Adalah resiko yang berkaitan dengan kondisi perusahaan
yang terjadi secara individual, yakni resiko bisnis, resiko laverage, dan
resiko likuiditas. Disebut pula resiko diversifikasi, resiko residual, resiko
unik, atau resiko khusus perusahaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa resiko
adalah kemungkinan terjadinya suatu penyimpangan tingkat pengembalian yang
nyata terhadap tingkat pengembalian yang diharapkan. Besarnya nilai resiko
dapat dicari dengan menghitung standar deviasi, atau dengan menghitung besarnya
varian. Standar Deviasi adalah ,”a statistical measure of the variability of a
distribution around its mean. It is the square root of the variance,” Horne and
Wachowizc (1998). Resiko investasi pada saham, meliputi: Resiko saham Individu,
dan Resiko investasi portofolio.
Berdasarkan kesediaan dalam menanggung risiko
investasi, investor dikenal ada 3 yaitu berani mengambil risiko (risk taker),
sikap netral terhadap risiko (risk neutral) dan yang tidak berani
mengambil risiko (risk averse). Risk taker adalah
sikap seorang yang memilih taruhan yang fair sedangkan risk
neutral adalah seseorang bersikap indifference terhadap
taruhan yang fair, dan risk averse adalah
investor akan menolak taruhan yang fair (Husnan, 2003).
Masing-masing ini menyebabkan investor mempunyai preferensi yang berbeda dalam
melihat suatu portofolio
0 comments:
Post a Comment