Friday, March 31, 2017

Sejarah dan Profil Singkat ADES (Akasha Wira International Tbk)

Posted by . at 8:00 AM 0 comments
SEJARAH PERUSAHAAN
PT Ades Waters Indonesia pada awalnya didirikan dengan nama PT Alfindo Putra Setia, berdasarkan akta pendirian no 11,  pada tanggal 6 Maret 1985. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman pada tanggal 13 Juli 1985. Di tahun 2004, sesuai dengan surat pernyataan efektif dari ketua Bapepam, perusahaan melaksanakan penawaran umum terbatas kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 73.720.000 saham dengan nominal Rp 1.000 per saham dan dengan harga penawaran Rp 1.025. Saham-saham tersebut tercatat dei BES dan BEJ pada tanggal 27 Mei 2004. Pada tahun yang sama terjadi perubahan yang lain didalam perusahaan. Sebuah perusahaan patungan antara Nestle SA dan Refreshmen Product Services yang bernama Waters Partner Bottling SA (WPB), mengambil alih mayoritas saham di perusahaan, sehingga dari perushaan berubah dari PT Alfindo Putra Setia menjadi PT Ades Waters Indonesia. WPB sepenuhnya mendukung perusahaan untuk melayani konsumen di Indonesia. Kedua mitra tersebut menciptakan dan mengembangkan operasional bisnis yang kuat dan berkelanjutan dalam bisnis minuman bermerek. WPA juga memberikan dukungan penuh dalam bidang pemasaran, distribusi, keuangan, teknis, sumber daya manusia dan manajemen untuk mengembangkan bisnis secara meluas.

Pada tahun 2004, Water Partners Bottling S.A (WPB), merupakan perusahaan patungan antara Coca-cola dan Nestle (scr tidak langsung) mengambil alih mayoritas saham di Perseroan. Nama perusahaan diubah menjadi PT Ades Water Indonesia Tbk. Kemudian, pada tahun 2006, perusahaan mengubah status badan hukumnya dari perusahaan lokal non fasilitas menjadi perushaan modal asing berdasarkan dari persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pada tahun 2008, Sofos Pte, mengambil alih saham perusahaan secara tidak langsung melalui pembeliaan seluruh saham WPA, yang memiliki 542.347.113 saham yang mewakili 91.94% saham perusahaan.
Pemegang saham mayoritas Akasha Wira International Tbk adalah Water Partners Bottling S.A. (91,94%), merupakan perusahaan joint venture antara The Coca Cola Company dan Nestle S.A. kemudian pada tanggal 3 Juni 2008, Water Partners Bottling S.A. diakuisisi oleh Sofos Pte. Ltd., perusahaan berbadan hukum Singapura.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ADES adalah industri air minum dalam kemasan, industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik dan perdagangan besar. Kegiatan utama Akasha International adalah bergerak dalam bidang usaha pengolahan dan distribusi air minum dalam kemasan (merek Nestle Pure Life dan Vica) serta perdagangan besar produk-produk kosmetika.
Pada tanggal 2 Mei 1994, ADES memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) ADES kepada masyarakat sebanyak 15.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham, dengan harga penawaran perdana Rp3.850,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 13 Juni 1994. Pada tahun 1994, untuk pertama kalinya perushaan menawarkan saham kepada masyarakat luas sejumlah 15.000.000 saham biasa dengan harga nominal saham Rp 1.000.


ANALISA KERUGIAN YANG DIALAMI
Merujuk pada laporan keuangan K3-2012 yang diterbitkan perusahaan :
  • Perusahaan mengalami kerugian bersih pada tahun 2007 dimana terlihat bahwa biaya produksi di atas pendapatannya. Selain itu juga besar kemungkinan perusahaan telah mengalami kerugian berlarut-larut sebelumnya (dimana kami tidak bisa men-track terlalu jauh kebelakang utk mengetahui sebabnya).
  • Pada 2008, Sofos Pte, Ltd mengambil alih saham Perseroan secara tidak langsung melalui pembelian seluruh saham milik Nestle dan Refreshment Product Services di WPB mewakili 91,94% saham.
    Plus melakukan tender offer dan mendapatkan sisa 8,06% saham, dan dari proses tersebut Sofos mendapatkan tambahan 0,2% saham Perseroan.
  • Di masa restrukturisasi perusahaan melakukan perampingan yg cukup besar dan juga menggelar right issue. Pengurangan karyawan yg terjadi lebih dari 1000 orang. Produksi ADMK kemasan galon jg dilakukan hanya pada daerah yg masih memberi keuntungan pada perusahaan. Di tahun 2008, restrukturisasi itu sudah menunjukkan hasil di mana EPS dari -929 turun menjadi -26.
·         ROA empat tahun terakhir di atas 9%, dengan catatan -16% pada 2008. ROE empat tahun terakhir di atas 20%, dengan catatan -59% pada 2008. ROE di atas 20% cukup bagus, namun terlihat tidak stabil.
·         Tidak ada defisit dalam 5 tahun terakhir: tidak terpenuhi. Perusahaan mengalami rugi dalam laporan keuangan tahun buku 2007 dan 2008.
·         Pertumbuhan laba: ada kenaikan laba lebih besar, setidaknya rata-rata lima tahunan 17%, Graham menentukan 30% untuk investor defensif: terpenuhi (dengan catatan). Namun pertumbuhan laba tidak stabil dan pernah mengalami kerugian dalam lima tahun terakhir.
·         Kualitas keuangan dan struktur modal, hal ini meliputi:
·         Aset lancar setidaknya 2 kali hutang lancar: terpenuhi, aset lancar dibanding hutang lancar 2,6.
·         Hutang jangka panjang tidak lebih dari aset lancar (modal kerja): terpenuhi.
·         Hutang sebaiknya tidak lebih dari 2 kali ekuitas (DER kurang dari 2x):terpenuhi, DER tercatat 0,9. Sejarah jangka panjang perusahaan DER berada pada kisaran 1,5 hingga 2,56.
·         Perilaku manajemen:
·         Ada pembagian dividen dalam 10 tahun terakhir: terpenuhi (dengan catatan). Namun dividen terakhir dibagikan pada 2003 untuk tahun buku 2002.
·         Valuasi:
·         PER kurang dari 15x: terpenuhi. Dengan EPS K3-2012 sebesar 109 (atau 145 disetahunkan), dan harga saham terakhir 2125, maka PER terakhir adalah 14,65, namun ini mendekati batas kita.
·         Harga saham: kurang dari 120% nilai buku (PBV kurang dari 1,2): tidak terpenuhi. BV terakhir perusahaan sebesar 322.48, maka PBV perusahaan adalah 6,5x.
·    Margin of Safety (MoS) rata-rata 30% untuk perusahaan mapan, MoS di atas 50% untuk perusahaan berkembang: tidak diukur karena kurang memadai dengan banyak persyaratan utama di atas tidak terpenuhi serta menurut saya PER sudah terlalu tinggi. Bila pertumbuhan perusahaan tidak stabil maka akan sia-sia saja menggunakan valuasi apa pun karena sifat valuasi tidak bisa stabil, maka ketika kinerja berlawanan dengan arah valuasi kita hasilnya akan mencelakakan investor.




Friday, March 24, 2017

ANALISIS SEKURITAS

Posted by . at 10:47 PM 1 comments
Sebelum  kita mengetahui bagaimana cara menganalisis sekuritas, ada baiknya jika kita tahu terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan Sekuritas. Sekuritas adalah sebuah dokumen yang mengidentifikasi hak atau klaim atas asset dan setiap aliran kas mendatang yang diperoleh perusahaan. Sedang portofolio merupakan sekumpulan dari sekuritas. Istilah dari sekuritas itu sendiri mempunyai pengertian yang luas, tidak hanya terbatas pada saham atau obligasi saja. Bahkan, surat pembelian mobil atau sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan bisa termasuk dalam pengertian sekuritas.
          Dalam Analisis Sekuritas melibatkan melibatkan proses estimasi aliran kas mendatang serta risiko yang dihubungkan dengan prospek aliran kas tersebut. Tugas analis umumnya juga melibatkan, apakah secara eksplisit atau implisit, estimasi  harga sekuritas. Dalam analisis sekuritas, ada dua pendekatan yang populer digunakan investor, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.
          Dalam Analisis Sekuritas dibagi menjadi 2 pendekatan, yaitu :
1.       Analisis Fundamental , meliputi :
a.    Analisis ekonomi dan Pasar Modal
b.    Analisis Industri
c.    Analisis Perusahaan
2.       Analisis Teknikal
a.    Analisis Teknikal Klasik
b.    Analisis Teknikal Modern
Analisis Fundamental
Analisis fundamental adalah suatu analisis sekuritas yang mendasarkan diri pada variabel-variabel fundamental perusahaan (seperti: penjualan, kebijakan dividen, leverage, jumlah keuntungan, dan lain sebagainya) yang mempengaruhi harga dari sekuritas tersebut. Secara garis besar, tahapan yang dilakukan dalam analisis fundamental  dimulai dari:
1. Analisis Tentang Kondisi Ekonomi.
Kondisi ekonomi dipercaya sangat mempengaruhi   harga skuritas yang diperdagangkan di pasar modal. Oleh karenanya, kinerja ekonomi (produk domestik bruto, tingkat inflasi, tingkat pengangguran) harus dianalisis dan diketahui perkembangannya. Begitu pula kebijakan makroekonomi ( fiskal, dan moneter) juga harus dicermati.
2. Analisis Industri.
Dalam tahap ini investor melakukan pembandingan kinerja dari berbagai industri, untuk mengetahui jenis industri apa saja yang memberikan prospek yang paling baik untuk dimasuki, dan nantinya berguna untuk menganalisis dan menentukan saham-saham apa saja yang akan dimasukkan dalam portofolio yang akan dibentuknya. Penilaian kinerja dari suatu industri dapat dilakukan dengan analisis siklus kehidupan suatu industri, yaitu melihat pada tahap apa masing-masing industri berada, apakah pada tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, atau penurunan?.
3. Analisis Perusahaan.
Tidak semua perusahaan dalam industri yang mengalami pertumbuhan mempunyai keuntungan yang tinggi. Tugas selanjutnya setelah identifikasi industri, adalah memilih perusahaan yang mampu menawarkan keuntungan bagi investor. Dalam hal analisis perusahaan, analis harus mengidentifikasi karakteristik internalnya, kualitas atau  kinerja manajemennya serta prospek perusahaan di masa yang akan datang. Hasil dari identifikasi ini selanjutnya digunakan dasar untuk memperkirakan berapa earning per share (EPS) dan price earning ratio (PER) dari perushaan tersebut. EPS dan PER ini sangat berguna untuk menentukan nilai intrinsik saham perusahaan, yaitu dengan mengalikan PER dan EPS. Memutusan apakah akan membeli atau menjual saham, yaitu dengan membandingkan nilai intrinsik dengan harga pasarnya. Bila nilai intrinsiknya lebih besar dari harga pasarnya maka sebaiknya dibeli saham tersebut, dan sebaliknya. 
Berikut saya berikan contoh Analisis Fundamental, yaitu :

Analisis Teknikal
Analisis teknikal adalah suatu metode analisis secara statistik untuk menilai suatu saham, mata uang, sekuritas, atau komoditi seperti minyak, hasil tambang, hasil pertanian dan sebagainya  berdasarkan data yang berupa pergerakan harga (pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan) di masa lampau. Data ini yang kemudian digunakan untuk memprediksi harga di masa datang (Ong, 2008).
Dalam analisis tehnikal, analis berusaha untuk memperkirakan harga saham (sekuritas)  atau kondisi pasar dengan mendasarkan pengamatannya pada perubahan harga saham atau kondisi pasar pada masa yang lalu. Dengan demikian, dalam analisis tehnikal mempercayai bahwa perubahan harga saham pada masa lalu akan membentuk suatu pola tertentu dan pola tersebut akan berulang pada masa mendatang. Pola dari perubahan harga saham atau kondisi pasar ini merupakan informasi yang sangat begitu penting dalam memperkirakan harga saham di masa mendatang.
Untuk memberikan gambaran mengenai cara bekerja para analis teknikal, berikut ini ada contoh analisis teknikal saham yang paling umum digunakan dan mudah dipahami.
Grafik Candlestick yang paling banyak dipakai, karena lebih mudah dibaca. Grafik Candlestick juga memuat harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.

APA FUNGSI ANALISIS TEKNIKAL?
Analisis Teknikal memiliki beberapa kegunaan di dalam trading antara lain:
1. Mendeteksi trend atau pola yang sedang terjadi
Analisis Teknikal digunakan untuk menganalisis harga berdasar data harga masa lalu. Dengan data tersebut analis mencoba untuk melihat adanya suatu trend atau pola harga yang terjadi. Biasanya trader mengikuti pola yang terjadi. Misalnya saat harga cenderung naik, trader membuka posisi beli. Atau sebaliknya saat harga cenderung turun, trader membuka posisi jual. Untuk menentukan trend, bisa dengan menggunakan tools atau indikator.
2. Membantu memberikan sinyal beli atau jual
Analisis Teknikal dapat membantu trader untuk menentukan keputusan jual atau beli. Biasanya menggunakan bantuan indikator.




Thursday, March 23, 2017

HOW TO ENTER MODERN MARKET

Posted by . at 5:15 AM 1 comments
Pada kuliah tamu BP 4 kali ini, Kamis 23 Maret 2017 kampus STIE ASIA MALANG menghadirkan seorang pembicara yaitu Bapak Benaya Victorius Jaya beliau saat ini bekerja sebagai Quality Assurance Manager di sebuah perusahaan AusAsiaWorld Pty. Ltd, Australia.
Terlihat antusias dari mahasiswa dan mahasiswi yanh hadir sebagai peserta kuliah tamu BP 4 yang diakan di R Theater kampus Pusat. Dimana dalam kuliah tamu ini dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi I dimulai pukul 07.30 - 09.45 , Sesi II pukul 09.45-12.00 dan Sesi ke III dimulai pukul 13.00-15.15. 
Pada kesempatan kali ini Bapak Benaya membawakan tema “4 fungsi bisnis pada perusahaan retail dibidang Impor(pemasok retail) dengan mengangkat judul yang sangat menarik yaitu “HOW TO ENTER MODERN MARKET”.
Menurut kalian apakah itu Modern Market ? Pada dasarnya definisi Modern Market sesuai dengan Perda Jawa Timur Nomor 3 tahun 2008 menjelaskan bahwa, “pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Swasta, atau Koperasi yang dalam bentuknya berupa Pusat Perbelanjaan, seperti Mall, Plaza, dan Shopping Centre serta sejenisnya dimana pengelolaannya dilaksanakan secara modern, dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada di satu tangan, bermodal relatif kuat, dan dilengkapi label harga yang pasti”.
Selain definisi diatas ada beberapa peraturan terkait mengenai apakah itu modern market. Salah satu diantaranya adalah :
  • Permendag No. 53 / 2008 (lihat lampiran 1)
PEDOMAN PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN
  • Perda Jatim No. 3 / 2008 (lihat lampiran 2)
PERLINDUNGAN, PEMBERDAYAAN PASAR TRADISIONAL DAN PENATAAN PASAR MODERN DI PROVINSI JAWA TIMUR
Jadi, dari definisi diatas dapat saya simpulkan bahwa Modern Market itu sendiri adalah tentang sebuah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, namun dalam pelaksanaan dan pengelolaannya dilaksanakan lebih modern dibandingkan dengan pasar tradisional yang sering kita ketahui. Selain itu dipasar modern lebih mengutamakan pelayanan, kenyamanan berbelanja dengan berada di satu tangan yang bermodal relatif kuat dan dilengkapi dengan label harga yang pasti atau tidak bisa ditawar.

Kemudian, Bapak Benaya menjelaskan kategori produk di Modern Market itu apa saja? Kategori dalam modern market itu sendiri dibagi dalam 5 jenis, yaitu :
1.     Grocery(kebutuhan sehari-hari) yang meliputi :
a.    Beverages adalah Produk minuman yang tidak membutuhkan pendingin dan bukan berbasis susu. Meliputi minuman ringan, air mineral, minuman kesehatan, sirup, minuman beralkohol, rokok dan pemantiknya.
b.    Cleaning adalah Produk deterjen dan pembersih rumah, mencakup deterjen, pelembut, deterjen krim, pemutih, cairan pembersih lantai, sabut, cairan pencuci piring, semir sepatu, dll
c.    Cosmetics adalah Departemen kosmetik mencakup kosmetik itu sendiri, produk kebersihan tubuh untuk dewasa dan anak-anak, tisu, pembalut dan  popok bayi,  obat, vitamin dan jamu.
d.    Dry Groceries adalah Produk makanan dalam kemasan mencakup panganan ringan, biskuit, permen dan coklat, bahan pembuat kue, gula, sereal, susu bubuk, susu kental manis, makanan bayi, beras, mie instan, bumbu masak, minyak goreng, makanan kaleng, dsb 
e.    Perishables adalah Produk pangan dalam kemasan yang masa pajangnya singkat atau harus berpendingin, mencakup produk-produk dari susu seperti mentega, keju, dan susu pasteurisasi,  susu UHT, daging olahan dalam kemasan, es krim, telur, jelly, nata de coco, jus buah, mie basah, dan roti.
Dalam penjualan produk Grocery, beliau menjelaskan tentang beberapa persyaratan untuk produk Grocery yaitu :
1.     Memenuhi persyaratan sebagai produk yang aman konsumsi sesuai peraturan pemerintah yang terkait, misalnya PP no 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan yang mewajibkan makanan dalam kemasan untuk mencantumkan pada kemasan:
      Nama Produk
      Berat / Volume
      Kode Depkes (MD, CD, ML, CL, SP)
      Komposisi
      Nama Produsen
      Tanggal Kadaluarsa, dsb
2.    Mematuhi peraturan dan perundangan mengenai hak intelektual, perpajakan serta norma-norma hukum dan sosial setempat.
3.    Barcode pada kemasan, tercetak maupun dikenakan kemudian.
2.    Fresh (makanan segar) meliputi yaitu :
a.    Salad Bar (Makanan Siap Saji)
Aneka produk makanan siap saji itu sendiri terdiri dari aneka produk jajanan tradisional dan masakan siap saji yang diproses langsung di tempat atau dikirim setiap hari.
Adapun standar untuk makanan siap saji yang bisa dijual dipasaran yaitu :
      Makanan tidak menggunakan bahan pengawet (boraks, formalin) atau bahan   pewarna makanan yang dilarang (pewarna tekstil)
      Diproduksi dan dikirim setiap hari dengan selalu menjaga rasa, mutu, kebersihan dan higienitas .
b.    Fishery (Hasil Laut dan Air Tawar)
Aneka produk hasil laut ada yang dari produk budi daya air tawar serta produk ikan olahan. Untuk fishery itu sendiri juga terdapat standar yang harus dipenuhi yaitu Kondisi masih segar (tidak busuk dan bau), insang merah, sisik tidak     cacat, mata bening, warna tidak pucat, tidak menggunakan zat pengawet (formalin)‏.
c.    Fruit & Vege (buah dan sayur)
Aneka produk yang dijual berupa sayuran daun dan non daun serta buah-buahan (lokal & impor). Standar untuk Fruit dan Vege yaitu untuk Sayur dengan daun / bunga segar, bersih dari kotoran tanah, tidak busuk dan tidak berulat serta tangkai tidak patah. Sedangkan untuk Buah dengan kondisi masih segar, tidak memar / busuk, kulit tidak keriput, bersih dari kotoran tanah, ukuran seragam.
d.    Bakery (roti dan Kue)
Aneka produk roti seperti (aneka roti manis, roti tawar dll) dan kue (brownies, tiramisu, black forest dll), baik yang diproses oleh Carrefour ataupun yang dikirim oleh para pemasok. Standar yang ditetapkan yaitu Tidak memakai bahan pengawet (borax, formalin) atau zat pewarna yang dilarang (pewarna tekstil) serta selalu menjaga rasa, mutu, kebersihan dan higienitas.
e.    Butchery (Hasil Ternak)
Aneka produk  hasil ternak  seperti(sapi, kambing, babi, unggas)‏  Kondisi daging segar, sehat, melampirkan sertifikat halal dan surat keterangan yang dikeluarkan oleh dinas terkait, tidak memakai zat pengawet (boraks, formalin), serta selalu menjaga kebersihan dan higienitas.
f.    Restaurant (Pujasera)
Aneka menu makanan dan minuman siap saji baik yang diproses di tempat atau dikirim setiap hari. Memenuhi standar tidak menggunakan bahan pengawet (boraks, formalin) atau bahan     pewarna makanan yang dilarang (pewarna tekstil) dan diproduksi dan dikirim setiap hari dengan selalu menjaga rasa, mutu, kebersihan dan higienitas.
3.    Bazzar
a.    DIY (perlengkapan pertukangan dan listrik)
Perlengkapan pertukangan seperti bor, obeng, tang, peralatan mengecat, aksesoris gas, lem, perlengkapan kamar mandi, tangga, dll. Perlengkapan peralatan listrik seperti kabel, lampu, baterai, dll.
b.    Housekepping (perlengakapan rumah tangga)
Perlengkapan Rumah Tangga terdiri dari perlengkapan makan, alat masak, barang plastik rumah tangga, furniture.
c.    Culture (Musik, buku, atk)
Departemen ini menjual peralatan kantor dan hiburan seperti film, musik, bingkai foto dan buku.
d.    Leisure ( Mainan, tas, alat olahraga)
Departemen ini menjual mainan, peralatan olah raga dan tas (koper, tas kantor, tas ransel, tas sekolah, dll.
e.    Gardening (Perlengkapan)
Peralatan dan perlengkapan taman seperti selang, gazebo, pot, gunting tanaman, tanaman hijau, perabot luar ruangan. Peralatan dan perlengkapan peliharaan seperti makanan hewan, akuarium, tali pengikat hewan, dll. Perlengkapan memanggang seperti arang, alat pemanggang, kipas, dll.
f.    Cars (perlengkapan mobil dan motor)
Perlengkapan mobil dan motor untuk pembersih, perawatan mesin, aksesoris kendaraan, alat pengaman, pengharum, dll.
Untuk produk Bazzar itu sendiri memiliki beberapa persyaratan standar, diantaranya :
1.     Memiliki persyaratan sebagai produk yang aman untuk digunakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang terkait . Contoh :
-       SNI (Standar Nasional Indonesia) contoh. Peralatan listrik, selang gas
-       API (American Petroleum Institute) contoh. minyak pelumas
-       IFPI code & lulus sensor contoh : VCD, DVD, CD
-       PP No. 69 thn 1999 tentang label yang tercantum dalam kemasan berbahasa Indonesia
-       Untuk produk plastik, melamin, dll harus sesuai dengan ketentuan pemerintah (Sucofindo).
-       Pemasok menjamin bahwa barang dengan kondisi baik.
-       Memberikan keterangan teknik yang menggambarkan kemampuan sesungguhnya barang tersebut (berat, isi / kapasitas produk).
-       Barang yang memiliki kandungan bahan kimia harus sesuai dengan ketentuan pemerintah (contoh: parfum mobil).
-       Seluruh barang harus asli dan dijamin oleh para pemilik barang.
-       Pemasok wajib memberikan garansi purna jual untuk barang-barang yang bersifat elektronik.
-       Mematuhi peraturan dan perundangan mengenai hak intelektual, perpajakan serta norma-norma hukum dan sosial setempat.
4.    Appliance(peralatan elektronik)
1.     Big Household itu seperti Lemari es, mesin cuci, air conditioner, kompor gas dan microwave.
2.    Small Household itu seperti setrika,Vacum cleaner, blender/juicer/mixer, kipas angin dan hair driyer.
3.    Hi-fi sound seperti Peralatan hi-fi, Radio, aksesoris (kabel audio, headphone dll)
4.    Tv Video seperti Tv. Lcd tv, dvd player, Tv satelit digital dan aksesoris (antena, kabel tv dll)
5.    Computers
Untuk produk appliance juga memiliki standar persyaratan produk yang harus dipenuhi, seperti :
a.    Memiliki persyaratan sebagai produk yang aman untuk digunakan dan terdaftar di peraturan pemerintah SNI (Standar Nasional Indonesia)
b.    Pemasok wajib memberikan garansi purna jual
c.    Pemasok wajib memiliki fasilitas pelayanan purna jual (service center)
d.    Mematuhi peraturan dan perundangan mengenai hak intelektual, perpajakan serta norma-norma hukum dan sosial setempat
e.    Memberikan keterangan teknik pemasangan,penggunaan dan pemeliharaan (buku petunjuk penggunaan) dalam Bahasa Indonesia.
5.    Textile
1.     Shoes
2.    Permanent (Pakaian dalam dll)
3.    Seasonal (Baju, celana, dll)
4.    Household Linen
5.    Personal Accesories
Selain itu, Textile juga memiliki beberapa persyaratan yaitu merek yang dipakai telah mempunyai hak paten (Carvil,Executive,dll) atau tidak menjiplak merek yang sudah ada, kualitas bahan dan jahitan baik, ukurannya memakai standar internasional.
Dipenjelasan yang terakhir Bapak Benaya menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan Privat Label. Bahwa disini beliau menjelaskan private adalah Private Label adalah merek dagang yang barang-barangnya diproduksi atau dikemas oleh pemasok.  Merek dagang tersebut hanya dijual di perusahaan pemilik merek tersebut.
Lalu, keuntungan yang bisa diperoleh dari menjalankan kerjasama private label adalah yang pertama Tidak perlu investasi dan membangun merek. Kedua Pengalaman pengembangan dan pengawasan mutu produk berstandar Internasional. Dan yang ketiga Peluang memasarkan produk ke jaringan Internasional.
Mutu dari produk private label juga tidak sembarangan, atau begitu saja dalam memberikan private label pada sebuah produk. Ada mutu yang harus diberikan pada produk sebelum diberikan private label seperti Seluruh produk private label harus melalui uji coba mutu yang dilakukan oleh BPOM atau pihak ketiga yang telah diakui pemerintah dan Proses produksi harus memenuhi standar yang telah ditentukan Modern Market sebagai pemilik label.
Adapun syarat dari perdagangan (Trading terms) adalah ‘’ syarat-syarat dalam perjanjian kerjasama antara Pemasok dan Toko Modern yang berhubungan dengan pemasokan produk-produknya yang diperdagangkan dalam Toko Modern yang bersangkutan”  sesuai dengan (Contoh trading terms, lihat lampiran 3).
            Modern market itu sendiri dapat dilihat dari aspek konsumen, diantaranya :
       Memiliki konsep 1) harga kompetitif, 2) suasana belanja yang nyaman, 3) pilihan produk yang lengkap.
       Membantu meningkatkan daya beli dan akses untuk produk berkualitas bagi konsumen dengan menyediakan produk bermutu baik dengan harga kompetitif.
       Memiliki komitmen layanan.
Itulah beberapa ulasan yang disampaikan oleh pembicara pada Kuliah Tamu BP 4 kali ini. Namun, untuk mengakhiri sesi dari materi dari yang pembicara sampaikan. Ada satu hal yang saya tanyakan dari produk private label yang dibawa oleh pembicara berasal dari produksi di Pandaan, Pertanyaannya yaitu “Bagaimana Proses kerjasama dari produk pabrik yang diberikan private label hingga bisa sampai ke supermarket ?”
Bapak benaya memberikan penjelasan, bahwa proses kerjasama berawal dari perjanjian awal bahwa dari resep, merk, aturan dan pola kontrak kerjasama berasal dari pemilik private label da private label yang dimiliki telah dipatenkan dengan sertifikat di beberapa negara. Selain itu, antara pemilik private label dan pabrik melakukan perjanjian MOQ (Minimum order Quantity) dan apabila terjadi kenaikan harga bahan baku maka harus dibicarakan 3 bulan sebelumnya agar baik dari pihak pemasok-private label- client memiliki informasi dan kesepakatan yang sama.
Jadi itulah materi yang dibicarakan oleh Bapak Victorius Jaya yang bisa saya bagikan ilmunya kepada pembaca. Semoga bermanfaat ^^,
 

Gramedia Ilmu Pengetahuan Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos